Raih Penghargaan Nasional Kemendagri, Kabupaten Lembata Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam Penurunan Pengangguran
Raih Penghargaan Nasional Kemendagri, Kabupaten Lembata Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam Penurunan Pengangguran

By noc-lembata 20 Mei 2026, 10:19:18 WIB, Dibaca: 4 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Pemerintahan   
Raih Penghargaan Nasional Kemendagri, Kabupaten Lembata Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam Penurunan Pengangguran

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 - Regional Nusa Tenggara & Maluku yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Garuda TV di Merumatta Hotel Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta inovasi pembiayaan pembangunan daerah.

Ajang penghargaan ini juga menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antar daerah dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, merata, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq. Kabupaten Lembata berhasil menempati posisi Terbaik Pertama tingkat kabupaten untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, mengungguli Kabupaten Alor sebagai Terbaik Kedua dan Kabupaten Sikka sebagai Terbaik Ketiga.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa berbagai program Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperluas kesempatan kerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat berjalan efektif serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Penilaian penghargaan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, capaian penurunan angka pengangguran, keberlanjutan program, hingga inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.

Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata juga menerima apresiasi pemerintah daerah dari Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp3 miliar yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago.

Prestasi ini sekaligus menjawab berbagai keraguan dan isu yang berkembang terkait kinerja pemerintah daerah dalam penanganan pengangguran. Penghargaan nasional yang diberikan pemerintah pusat tersebut lahir melalui proses penilaian ketat, validasi lapangan, serta verifikasi langsung terhadap program dan implementasi di daerah.

Sebelumnya, pada 9 April 2026, Tim Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri melakukan validasi lapangan di Kabupaten Lembata dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA). Dalam proses tersebut, tim kementerian memeriksa langsung pelaksanaan program, inovasi daerah, realisasi anggaran, hingga dampak nyata program penurunan pengangguran di tengah masyarakat.

Hasil validasi menunjukkan bahwa berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lembata tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami benar-benar memverifikasi bahwa ini bukan sekadar laporan administratif. Apa yang dipaparkan, terbukti nyata di lapangan,” ujar perwakilan Tim BSKDN Kemendagri.

Tim juga mengapresiasi strategi kolaboratif yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menekan angka pengangguran melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan tenaga kerja.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah pengembangan komoditas jagung dari hulu hingga hilir yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, perbankan, dan mitra pembeli (offtaker) dalam satu ekosistem pemberdayaan ekonomi terpadu.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi hambatan bagi pemerintah untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap fokus membangun program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi produktif, pelatihan tenaga kerja, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Penghargaan ini bukan milik pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan milik seluruh rakyat Lembata. Keberhasilan ini adalah buah dari semangat gotong royong, kerja nyata, kerja tulus ikhlas, serta komitmen bersama dalam membangun daerah dengan semangat Nelayan, Tani dan Ternak,” ujar Bupati Lembata.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, seluruh pimpinan OPD, ASN, PPPK, pihak swasta, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Bupati Lembata juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap terbuka terhadap kritik, masukan, dan berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian untuk kemajuan Kabupaten Lembata.

“Terima kasih atas doa, dukungan, dan pengabdian seluruh masyarakat Lembata. Mari terus membangun Lembata dengan semangat Nelayan, Tani dan Ternak,” tutupnya.





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter