Konsensus Adat Ile Ape dan Ile Ape Timur Pertegas Warisan Tradisi Leluhur
Konsensus Adat Ile Ape dan Ile Ape Timur Pertegas Warisan Tradisi Leluhur

By noc-lembata 01 Mei 2026, 08:22:34 WIB, Dibaca: 32 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Desa  
Konsensus Adat Ile Ape dan Ile Ape Timur Pertegas Warisan Tradisi Leluhur

Petuntawa - Masyarakat adat di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur menggelar konsensus adat selama dua hari, 29–30 April 2026, untuk menyamakan persepsi terkait berbagai aturan adat yang berlaku di tengah masyarakat kedua wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, ini menjadi ruang bersama untuk mempertegas kembali warisan tradisi leluhur yang selama ini dijalankan oleh masyarakat adat.

Camat Ile Ape, Laurensius Manuk, menjelaskan bahwa konsensus adat tersebut lahir dari kesadaran kolektif masyarakat untuk memperjelas tradisi warisan leluhur agar tidak menimbulkan multitafsir dalam penerapannya.

“Ini semangat pembaharuan. Konsensus adat ini bukan muncul tiba-tiba, tetapi berproses selama dua tahun dengan mengumpulkan referensi dari berbagai sumber pemuka adat dan menyalin kembali koda leluhur terkait seluruh tradisi yang berlaku di masyarakat adat Ili Aleng Gole,” ungkap Laurensius Manuk.

Menurutnya, semangat pembaharuan tersebut bukan untuk mengubah tradisi dan adat yang telah diwariskan, melainkan memperjelas pemahaman bersama agar penerapannya tetap sejalan dengan nilai budaya yang hidup di masyarakat.

“Konsensus ini tidak mengaburkan atau menghilangkan identitas adat Ile Ape dan Ile Ape Timur. Justru menjadi penegasan bahwa masyarakat yang mendiami Ili Aleng Gole adalah masyarakat yang hidup menyatu dengan tradisi, budaya, dan adat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Petuntawa, Wilhelmus Y. Langoday, menyebut pelaksanaan konsensus adat tersebut menjadi catatan sejarah penting bagi masyarakat kedua kecamatan.

Menurutnya, Desa Petuntawa bukan hanya memiliki posisi strategis, tetapi juga menyimpan nilai historis sebagai penghubung dua komunitas besar di wilayah Ile Ape dan Ile Ape Timur, yakni komunitas Lewotolok Nepaulun dan komunitas adat Lewuhala-Lamarian.

“Petuntawa menjadi daerah penjaga batas antara dua komunitas adat ini,” ungkap Wilhelmus Langoday.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Ile Ape dan Camat Ile Ape Timur yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Sebagai Kepala Desa bersama masyarakat Petuntawa Riangbao, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Camat Ile Ape Laurens Manuk dan Camat Ile Ape Timur Nikolaus Ola Warung atas inisiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Hasil musyawarah adat ini diharapkan menjadi pedoman bersama bagi masyarakat dalam menjaga dan menerapkan nilai-nilai tradisi dan budaya di wilayah Ili Aleng Gole, sehingga tidak lagi terjadi perbedaan penafsiran dalam urusan adat di masa mendatang.

Musyawarah adat tersebut dihadiri 26 kepala desa, ketua BPD, serta lembaga adat se-Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Hadir pula Pastor Paroki Tokojaeng dan Kepala KUA Ile Ape.





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter