Geografis

By Administrator 28 Mei 2024, 12:49:26 WIB

Kondisi geografis Kabupaten Lembata secara morfologi diklasifikasikan menjadi wilayah dataran, wilayah perbukitan gelombang dan wilayah perbukitan terjal. Wilayah tersebut terbentuk akibat adanya aktivitas tektonik dan vulkanik. Kondisi morfologi Kabupaten Lembata sebagaimana disajikan pada gambar berikut ini. 


Gambar di atas menunjukkan bahwa Kabupaten Lembata didominasi oleh wilayah perbukitan gelombang yang terbentang dari bagian Timur, Selatan dan  Barat Kabupaten Lembata. Wilayah terbesar berikutnya yaitu perbukitan terjal  yang terletak di Utara, Selatan dan Barat Kabupaten Lembata. Wilayah dataran  menjadi bagian terkecil yang terletak di daerah pesisir (paling besar berada di bagian Utara). Wilayah dataran dan perbukitan gelombang digunakan sebagai kawasan permukiman dan kawasan budidaya.  

Secara topografi, wilayah Kabupaten Lembata pada umumnya terdiri dari tanah pegunungan/bukit dan sedikit dataran. Di bagian timur mempunyai topografi bergunung dengan gunung berapi Uyelewun yang mempunyai ketinggian 1.080 meter di atas permukaan laut. Bagian utara sebagian datar dan sebagian bergunung-gunung dengan gunung berapi Ile Lewotolok atau Ile Ape yang mempunyai ketinggian 1.913 meter di atas permukaan laut. Sedangkan di bagian selatan dan barat mempunyai topografi bergunung. Sebagian besar desa di Kabupaten Lembata merupakan desa pesisir, yang jumlahnya mencapai 86 desa, dan 65 desa berada di dataran tinggi. Adapun kemiringan lahan dikelompokkan menjadi 3 kisaran, yaitu kemiringan 0-15% seluas 60.220 ha, kemiringan 16-40% seluas 53.110 ha dan kemiringan >40% seluas 12.800 ha.  Kondisi topografi berpengaruh pada penggunaan lahan dan berpotensi menimbulkan bencana seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, abrasi dan longsor. Grafik ketinggian, kemiringan dan peta topografi wilayah dapat dilihat pada gambar berikut. 


Kabupaten Lembata memiliki kondisi geologis yang didominasi oleh Formasi Kiro dan Gunung Api Tua sebagaimana disajikan pada table berikut.


Tabel diatas menunjukan kondisi geologis didominasi oleh  formasi kiro yang berpotensi menimbulkan bencana terutama aktivitas vulkanik dan gempa bumi.


Kondisi klimatologi Kabupaten Lembata ditandai dengan curah hujan dan hari hujan Tahun 2024 sebagaimana tabel berikut. 


Berdasarkan tabel di atas diketahui  kondisi klimatologi Kabupaten Lembata menunjukkan daerah agak kering dengan 6-8 bulan kering dan 4 bulan basah. Rata-rata  curah hujan sebesar <250 mm pertahun menunjukan curah hujan rendah namun memiliki intensitas tinggi pada Bulan Desember-Maret. Kondisi ini dapat berpotensi menimbulkan bencana seperti kekeringan, kebakaran lahan, banjir, anomali iklim bahkan pemanasan global yang dapat mengancam kehidupan.