Arti Lambang Daerah Kabupaten Lembata
Arti Lambang Daerah Kabupaten Lembata

By noc-lembata 12 Okt 2019, 09:39:11 WIB, Dibaca: 616 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Pemerintahan   
Arti Lambang Daerah Kabupaten Lembata

Sejarah telah mencatat litany panjang perjuangan rakyat Lembata yang berawal dari tercetusnya Statemen 7 Maret 1954 oleh parah Toko Pejuang Otonomi Lembata hingga puncak perjuangannya pada tanggal 04 April 1999 dengan disyahkan Undang-undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Lembata dan pengeresmiannya pada tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta yang ditandai dengan pelantikan Penjabat Bupati Lembata.

Sejak pembentukannya hingga 3 tahun perjalanannya Otonomi, Kabupaten Lembata masih terus membenahi berbagai aspek penting dengan memanfaatkan segalah potensi dan sumber daya yang dimilikinya dalam mewujutkan Otonomi di Kabupaten Lembata.

Dalam nuansa Otonomi Daerah, masing – masing Daerah tentunya mempunyai corak dan karateristik yang berbeda – beda yang dimunculkan dalam bebagai bentuk sehingga tercermin kekhasan khusus suatu daerah. Salah satu bentuk perwujutannya adalah dengan menampilkan corak dan karateristik sebagai kekahasannya dalam bentuk Lambang Daerah.

Kabupaten Lembata yang baru tiga tahun terbentuk yang selama ini belum memiliki suatu Lamabang Daerah, senantiasa berupaya menggali nilai-nilai histori dan kultur yang dituangkan dalam sebuah Lambang Daerah yang benar-benar menunjukan kekahasan Kabupaten Lembata. karena Lambang Daerah merupakan pancaran jiwa dan semangat rakyat, sekaligus menampilkan jati diri rakyatnya dalam membangun daerahnya disegala bidang kehidupan yang bermuara pada upaya peningkatan taraf hidup, dan kesejahtraan rakyat baik lahir maupun bhatin.

Dalam rangka mendaptkan Lambang Daerah yang benar-benar mencerminkan pancaran jiwa dan semangat rakyat Lembata sebagaimana tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Lembata telah berupayah menggali nilai historis pembentukan Kabupaten Lembata yang meliputi nilai dasar Statemen 7 Maret 1954 dan nilai dasar Memorandum 7 Maret 1999.

Selain itu Lambang Daerah Kabupaten Lembata diimplementasikan pula dengan Visi dan Misi Kabupaten Lembata, potensi daerah dan kearifan local yang ada. Nilai dasar statemen 7 Maret 1954 mencakup persatuan dan kesatuan dalam nuansa persaudaraan serta kejuangan, kemandirian dan gotong royong. Nilai dasar Memorandum 7 Maret 1999 mencakup:

Persatuan dan Kesatuan dalam nuansa persaudaraan untuk memperjuangkan Otonomi Lembata dalam era Reformasi.

Tekad dan kemauan yang bulat dari seluruh rakyat Lembata untuk mengurus rumah tangganya sendiri dalam sebuah Kabupaten Otonom.

Visi pembangunan Kabupaten Lembata adalah terwujudnya masyarakat Lembata yang sejahtra, bermoral, bersatu, nyaman, dinamis beretos kerja yang tinggi, mandiri, berkesadaran hukum dan menjalin sikap gotong royong yang dijiwai semangat persaudaraan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi Pembangunan Kabupaten Lembata adalah mewujudkan keinginan rakyat Lembata untuk terlepas dari ketergantungan antara lain: kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, kemalasan, keterisolasian, kesewenangan dan keterbelakangan.

Sedangkan Lembata yang kaya dengan potensi sumber daya alam dan social budaya, perlu digali dan diolah untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat Lembata. selanjutnya kearifan local Kabupaten Lembata terwujud dalam nilai-nilai dasar Lamaholot seperti berbagai ritual adat, penang, kerubaki, waisalen, dan suguhan koli tebako, wua wayak perlu dijaga dan dilestarikan sebagai perekat hubungan social kemasyarakatan.

Keseluruhan nilai dasar, visi dan misi, potensi dan kearifan local Kabupaten Lembata tersebut diatas dijadikan inspirasi dalam pembuatan Lambang Daerah sehingga Lambang Daerah tersebut benar-benar merupakan wujud pancaran jiwa dan semangat sekaligus menjadi symbol jati diri rakyat Lembata.

WARNA DAN ARTI LAMBANG DAERAH

Lambang Bintang besegi Lima dengan warna keemasan merupakan pancaran dari Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.

Perisai besegi lima ( Dopi Hikun Lema ) dengan lis berwarna hitam melambangkan:

Perisai ( Dopi Hikun Lema ) merupakan symbol alat / sarana “ Ribu Pulo, Ratu Lema “ rakyat Lembata untuk “ Liku Lewo Lapak Tana “ guna mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman.

Lis hitam yang melingkari prisai melambangkan keabadian dan ketenangan.

Warna dasar perisai merah putih melambangkan keberanian, kejuangan, patriotism, kesucian dan ketulusan. Secara keseluruhan melambangkan Kabupaten Lembata adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lingkaran:

Warna biru dalam lingkaran melambangkan persahabatan dan kesetiakawanan.

Garis lingkaran berwarna hitam melambangkan keabadian dan ketenangan untuk tetap mempertahankan persehabatan dan kesetiakawanan.

Siput :

Salah satu potensi andalan Lembata yang mempunyai nilai ekonomis.

Sarana komunikasi dengan alam ( Pelayaran ) dan pemersatu “ Ribu Pulo Ratu Lema “

Enam bidang atau gerigi melambangkan enam (6) Hamante yang sepakat bersatu, sehati, sepikir, untuk memperjuangkan keadilan dan kemakmuran.

Lidah Api :

Tujuh buah lidah api berwarna merah melambangkan tujuh (7) hari lahirnya statemen 7 Maret 1954 dan lambing semangat yang berkobar dalam sanubari setiap warga masyarakat Lembata dimanapun beradauntuk senantiasa berjuang memajukan lewotana Lembata.

Tujuh buah lidah api juga melambangkan tekat rakyat Lembata untuk melepaskan diri dari tujuh (7) ketergantungan yaitu : kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, kemalasan, keterisolasian, kesewenangan dan keterbelakangan.

Tugu :

Warna putih pada puncak tugu melambangkan kesucian, kemurnian, ketulusan dan keikhlasan.

Tiga tungkuh pada puncak tuguh melambangkan bulan Maret (bulan ketiga) sebagai bulan statemen 7 Maret 1954.

Tiga tungkuh pada puncak tugu juga melambangkan sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan.

Tugu dengan warna coklat muda melambangkan kebersamaan dan kematangan serta bijaksana.

Ikan Paus :

Sebagai symbol yang mewakili potensi kelautan sekaligus merupakan binatang turunan khas masyarakat Desa Lamalera yang adalah representasi dari masyrakat Lembata.

Lambing keberanian dan semangat kejuangan dalam mengisi Otonomi Daerah.

Atraksi perburuan ikan paus merupakan salah satu obyek wisata yang sudah mendunia.

Tatapan mata ikan paus yang tenang kedepan dan bersahabat memberikan dorongan kepada masyarakat Lembata untuk hidup bersahabat, memiliki wawasan yang luas dalam membangun Lembata demi mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Puncak Gelombang :

Lima puncak gelombang atas dan empat puncak gelombang bawah dengan warna putih melambangkan tahun 1954 ( tahun cetusnya statemen 7 Maret 1954 ).

Wua Wayak / Ekot ( tempat sirih pinang ) :

Melambangkan demokrasi dan perdamaian rekonsiliasi persahabatan / kekarabatan serta persatuan dan kesatuan sebagai tradisi budaya Lamaholot.

Secara filosofi melambangkan Lembata sebagai “ Pulo Ribu “ maka hanya dalam suasana tenang, aman, tentram dan damai dapat menghantar Lembata menuju cita-cita terwujudnya masyarakat Lembata yang sejahtera, bermoral, bersatu, nyaman, dinamis beretos kerja yang tinggi, mandiri, berdasarkan hukum dan menjalin sikap gotong royong yang dijiwai semangat persaudaraan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Angka 1999 :

Tercetusnya memorandum 7 Maret 1999 intinya memperjuangkan Lembata manjadi sebuah Kabupaten Oyonom.

Tahun resmi terbentuknya Kabupaten Lembata.

Padi dan Kapas :

12 (dua belas butir padi melambangkan tanggal 12 (dua belas)

10 (sepuluh kuntum kapas melambangkan bulan 10 (sepuluh)

Warna kuning pada 12 butir padi melambangkan kemakmuran

Warna putih pada 10 kuntum kapas melambangkan kesucian, ketulusan dan kesejahteraan

Pita dan Tulisan “ Taan Tou “:

Dasar pita dengan warna kuning melambangkan kemenangan yang hanya didapat dicapai berkat persatuan.

Tulisan “ Taan Tou “ dengan warna hitam melambangkan persatuan abadi.






Jika Browser anda tidak mendukung PDF, silahkan mengunduh dengan cara klik pada tulisan (Unduh File). Unduh File

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter