Di Bawah Cahaya Ramadan, Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal
Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal

By noc-lembata 12 Mar 2026, 10:38:12 WIB, Dibaca: 229 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Keagamaan  
Di Bawah Cahaya Ramadan, Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal

Keterangan Gambar : Dok. Prokopim Setda Lembata


Lembata - Senja perlahan turun di Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Rabu (11/3/2026). Di halaman Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, masyarakat mulai berkumpul. Anak-anak berlarian kecil di pelataran masjid, sementara para orang tua duduk bersila menunggu waktu berbuka. Suasana Ramadan terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Hari itu merupakan Ramadan ke-21. Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos, datang bersama rombongan pemerintah daerah untuk melaksanakan Safari Ramadan. Turut hadir Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kepala BKPSDM, Kepala BKAD, Sekretaris Inspektorat, Sekretaris Disporabud, dan Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat Desa Normal yang dipimpin oleh Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda. Wajah-wajah penuh senyum tampak dari warga yang merasa senang dapat berbuka dan beribadah bersama para pemimpin daerah mereka.

Sambil menunggu waktu berbuka, Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, Sahrudin Daeng, menyampaikan tausyiah yang sederhana namun menyentuh. Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus hingga bedug berbunyi.

“Ramadan bukan berakhir saat kita berbuka. Ramadan adalah pesan dari Allah agar kita menata diri dan memperbaiki diri,” tuturnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki tiga hal penting dalam kehidupan manusia: hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan lingkungan.

Ia mengajak jamaah memperbaiki ibadah wajib seperti salat lima waktu, puasa, dan zakat, serta menambah ibadah sunnah seperti salat tarawih. Di saat yang sama, Ramadan juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama.

“Memberi makanan kepada orang yang berpuasa pahalanya sama seperti orang yang berpuasa itu sendiri,” ujarnya.

Selain hubungan dengan sesama manusia, ia juga menyinggung kepedulian terhadap lingkungan. Alam, katanya, akan tetap bersahabat jika manusia memperlakukannya dengan baik.

Suasana semakin khidmat ketika Kapolres Lembata menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan sisa Ramadan, terutama malam-malam terakhir yang diyakini penuh keberkahan.


“Mari kita lebih giat beribadah, terutama di malam-malam ganjil. Di situlah kesempatan kita meraih malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa puasa tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga kesehatan. Secara fisik, puasa membantu tubuh melakukan detoksifikasi, sementara secara psikis melatih kesabaran, pengendalian emosi, dan kedisiplinan diri.

Kapolres turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat Lembata yang beragam. Menurutnya, keharmonisan adalah kunci terciptanya kehidupan yang aman dan damai.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk refleksi diri. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

“Ramadan adalah kesempatan untuk bertaubat. Ampunan Allah sangat luas bagi siapa saja yang benar-benar ingin memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keharmonisan keluarga dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang damai.

Menjelang azan magrib, suasana di masjid semakin hening. Jamaah menunggu dengan sabar. Ketika azan akhirnya berkumandang, senyum dan rasa syukur terlihat di wajah para warga Desa Normal yang berbuka bersama dalam suasana penuh kehangatan.

Di bawah langit senja Ramadan, kebersamaan itu terasa sederhana, tetapi bermakna—mengikat hati masyarakat dan para pemimpinnya dalam satu rasa: persaudaraan. (Prokompim/Kominfo Lembata)





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter