Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Akselerasi Pembangunan Lima Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Akselerasi Pembangunan Lima Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

By noc-lembata 08 Des 2025, 12:58:34 WIB, Dibaca: 469 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Pemerintahan   
Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Akselerasi Pembangunan Lima Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Dok. Kominfo Lembata


Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata di bawah kepemimpinan Bupati P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Bupati Muhamad Nasir, S.Sos., menegaskan komitmen kuat dalam menjalankan visi pembangunan untuk lima tahun mendatang: “Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing.” Visi tersebut diterjemahkan ke dalam enam misi strategis guna mempercepat transformasi daerah ke arah yang lebih baik.

Misi pembangunan tersebut mencakup peningkatan ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan, penguatan keamanan dan ketertiban, pemerataan infrastruktur, pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan hidup dan sosial budaya, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan inovatif.

Keenam misi ini kemudian dijabarkan secara operasional dalam sembilan prioritas pembangunan yang berakronim Lembata Mandiri, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Smart, Tertata, Subur, Unik, dan Prima, sebagai peta jalan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

20 Prioritas Unggulan Nelayan – Tani – Ternak (NTT)

Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan tiga sektor ekonomi rakyat—Nelayan, Petani, dan Peternak—sebagai tulang punggung utama pembangunan. Sebanyak 20 program unggulan disiapkan untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah:

1. Infrastruktur Pertanian dan Peternakan

Ekspansi lahan, redistribusi tanah, pembangunan irigasi, sumur bor, bendungan, serta pembukaan kawasan pertanian pegunungan Uyelewun untuk mendorong ekonomi hijau.

2. Sarana Produksi & Pasca Panen

Subsidi pupuk, benih unggul, pestisida ramah lingkungan, alat mesin pertanian, sarpras ternak, hingga fasilitas pengolahan modern.

3. Pengembangan Klaster Pertanian & Perikanan

Pembentukan 9 klaster agro, peternakan, dan perikanan dari hulu-hilir sebagai dasar agroindustri dan agrowisata.

4. Jaminan Pemasaran Komoditas

Pengembangan Bukit Hog, Bukit Ruminansia, pemasaran digital, dan kemitraan tata niaga berbasis padang penggembalaan.

5. Hilirisasi Komoditas Unggulan

Pembangunan industri pakan, garam, pabrik es, tepung ikan, pengolahan porang, dan air mineral.

6. Food Estate Terintegrasi Botani

Pengembangan kawasan Bobu–Tanjung Leur–Tobotani sebagai sentra jagung, jeruk, garam, sapi, kambing, serta pembibitan unggul.

7. Pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian BBM Nelayan)

Menekan biaya produksi dan memastikan nelayan memperoleh BBM bersubsidi secara tepat sasaran.

8. Penguatan UMKM & Koperasi

Penguatan UMKM pertanian, perikanan, peternakan, ekonomi kreatif, dan koperasi desa Merah Putih.

9. Penguatan Sektor Pariwisata

Pembangunan ruang kreatif kota, event pariwisata, sinergi desa wisata, dan revitalisasi situs budaya.

10. Laboratorium Kesehatan Hewan

Menjamin kualitas ternak ekspor, meningkatkan PAD, dan menjaga kesehatan veteriner.

11. Sarpras Perikanan untuk Ekonomi Biru

Penyediaan kapal, alat tangkap ramah lingkungan, tambak ikan, cold storage, industri garam, dan penguatan TPI.

12. Cadangan Pangan & Program SPHP

Mengendalikan harga pangan melalui operasi pasar dan bantuan beras.

13. Peningkatan SDM Pendidikan & Kesehatan

Pembangunan sekolah, beasiswa, tenaga pendidik, tenaga medis, RSUD berkualitas, hingga sekolah unggul Garuda.

14. Pertanian Organik Menuju Lembata Sehat & Emas 2045

Dukungan produksi organik dan program makan bergizi gratis.

15. Ketenagakerjaan & Pemberdayaan Pemuda

Pelatihan vokasi, BLK, data tenaga kerja digital, perlindungan pekerja, dan dukungan purna migran.

16. Perlindungan Perempuan & Anak

Penguatan Pos Pelayanan Terpadu, RPPA, pembinaan keluarga, dan event olahraga kepemudaan.

17. Tata Kelola Pemerintahan & Pelayanan Publik

Reformasi birokrasi, penguatan forum daerah, penyediaan sarpras perkantoran, dan rencana pemekaran wilayah.

18. Penataan Kota & Persampahan

Transportasi kota, drainase, taman kota, lampu jalan, dan pengelolaan sampah modern.

19. Infrastruktur Strategis Wilayah

Jalan produksi, listrik desa, air bersih, pelabuhan rakyat, sanitasi, rumah layak huni, dan telekomunikasi.

20. Ekologi Berkelanjutan

Konservasi, ekonomi biru-hijau, embung resapan, inovasi tebang satu tanam empat, muro-duan, dan tata ruang.

Hasil Program Nelayan –Tani–Ternak: Ayam Beku Lokal Mulai Mandiri

Program Nelayan Tani Ternak (NTT) kini menunjukkan hasil konkret, pada November 2025, 15.777 ekor ayam broiler dipelihara 141 peternak di 9 kecamatan.

Target 2026: 30.000 DOC broiler untuk mencapai kemandirian ayam beku. Selama ini Rp 40 miliar/tahun keluar dari Lembata untuk membeli ayam beku dari luar daerah. Kini nilai ekonomi mulai berputar di daerah.

Capaian Pemerintah Kabupaten Lembata Tahun 2025

Reformasi Birokrasi:

1. Akuntabilitas kinerja meningkat dari CC menjadi B, Peringkat kedua se-NTT setelah Kota Kupang.

2. Opini WTP dipertahankan 5 kali berturut-turut.

3. Kesehatan:

 Lembata memperoleh Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI.

4. Pendidikan:

Anak Margareta Bengan (SDI Lite) mewakili NTT di Festival Literasi Perpusnas 2025.

5. Warisan Budaya:

Alat musik Tatong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Pelaksana Program 2025 di Berbagai Sektor

A. Peternakan

Pembangunan Bukit Hog, Bukit Ruminansia, Laboratorium Kesehatan Hewan, Padang Penggembalaan, Rumah Potong Unggas, hingga peningkatan populasi peternak menjadi 141 peternak.

B. Pertanian

Cetak sawah, ekspansi lahan 16 ha, bajak 230 ha, pusat jajanan lokal, pengembangan sayur organik 10 ha, dan intervensi bawang merah.

C. Perikanan

Pelatihan nelayan, bantuan kapal & alat tangkap, pembangunan Kampung Budidaya Merah Putih, hingga koordinasi pengembangan garam nasional.

Program Lain yang Sudah Bejalan

Penyaluran 432 ton cadangan pangan, operasional Bank Sampah, program Ayo Berwisata, pasar murah, bantuan kelompok adat, bibit jagung, bantuan rumah ibadah, Lembata Bebas Rabies 2030, penguatan PAD, pembelian Jagung Titi Baleo, pemberdayaan penenun, dan Sayembara Motif Lembata.

Program Unggulan 2026

1. Fokus akselerasi melalui klaster unggulan:

2. Jagung industri (100 Ha).

3. Perbenihan jagung & kacang (15 Ha).

4. Jagung pulut (10 Ha).

5. Kacang-kacangan Tanjung Ile Ape.

6. Pengembangan ternak besar (100 ekor).

7. Garam (10 Ha).

8. Pemasaran ruminansia (7.000 ekor).

9. Pengembangan umbi-sayur.

10. Pengelolaan jagung untuk pangan & pakan.

Capaian Kabupaten Lembata Tahun 2024

1. Pertumbuhan ekonomi: 2,46% → 3,34%

2. PDRB per kapita: Rp 15,73 juta

3. Angka kemiskinan: 24,78% → 24,22%

4. Kemiskinan ekstrem: 2,70% → 1,49%

5. IPM: 68,95 (di atas rata-rata NTT)

6. Stunting: 7,90% (peringkat 2 terbaik se-NTT)

7. Pengangguran terbuka: 2,18%

8. TPAK: 83,53% (peringkat 3 se-NTT)

Dengan visi besar dan capaian nyata di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada kemandirian ekonomi, penguatan SDM, serta tata kelola modern. Seluruh program ini diharapkan mampu membawa Lembata menuju masa depan yang lebih maju, lestari, dan berdaya saing. (Advertorial Kominfo Lembata)





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter