Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja St. Mikhael Dori Pewut Oleh Wakil Bupati Lembata
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja St. Mikhael Dori Pewut Oleh Wakil Bupati Lembata

By noc-lembata 02 Agu 2019, 12:56:15 WIB, Dibaca: 339 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Keagamaan  
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja St. Mikhael Dori Pewut Oleh Wakil Bupati Lembata

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE.M.Si, saat memberikan bantuan kepada ketua Panitia Pembangunan Gereja St. Mikhael Lewaji, Sabtu (27/7/19)


Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE.M.Si bersama para pimpinan OPD Lingkup Pemkab Lembata mengadakan kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka bersama masyarakat desa Dori Pewut Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata, Sabtu, (27/7/19). Kunjungan kerja dan tatap muka ini dalam rangka peletakan batu pertama renovasi pembangunan gedung Gereja Stasi St. Mikhael Lewaji Paroki Kalikasa, Wakil Bupati Lembata bersama rombongan disambut baik oleh masyarakat desa Dori Pewut. Kegiatan diawali dengan perayaan misa yang terjadi di gedung gereja lama yang telah termakan usia pembangunannya.

Usai perayaan misa dilanjuti dengan seremonial peletakan batu pertama oleh tua adat yang ditandai dengan pemotongan hewan, dan pemberian makan kepada leluhur lewotanah setempat. Ritual ini sebagai bentuk permohonan restu leluhur dalam renovasi pembangunan gedung geraja stasi yang menjadi pusat kerohanian umat katolik setempat. 


Dalam sambutan ketua dewan Stasi St. Mikhael Lewaji Bapak Nasarilus Ola, mengucapkan limpah terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Lembata bersama rombongan, dimana kehadiran bapak dan rombongan di desa Dori Pewut merupakan motivasi dan semangat besar dalam pembangunan gedung gereja ini. Pembangunan gereja ini didasarkan pada kondisi gedung gereja yang sudah termakan usia, untuk itu bersama umat stasi dan dewan stasi telah sepakat untuk membangun gedung gereja yang baru.

Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola, SE.M.Si, saat acara peletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja stasi St. Mikhael Lewaji, mengatakan membangun rumah Tuhan bukan hanya membangun fisik semata tetapi harus diimbangi dengan membangun rohani keimanan kita. Menurut Beliau, kerelaan, sukacita dan kerjasama harus ada dalam diri semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung gereja ini sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilaksanakan, pasti akan bisa diselesaikan,” tandasnya.

Prinsip utama pembangunan rumah Tuhan adalah persembahan yang didasarkan pada keyakinan dan iman yakni memberi dengan kerelaan, jangan sedih ketika memberi dan jangan terpaksa saat memberi. Untuk itu mendukung pembangunan rumah ibadah, tidak hanyak umat Kristen tapi agam lain islam misalnya, dan kita selalu mendukung ini adalah satu proses membangun kemuliaan, membangun harta kekal di sorga oleh karena itu, kami perwakilan umat katolik di lewoleba datang hari ini untuk mendukung sepenuhnya dalam pembangunan gereja stasi St. Mikhael Lewaji ini.” Ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia meminta agar umat stasi St. Mikhael Lewaji terus memancarkan cahaya sinar taan tou dalam pembangunan gereja ini, kita semua tentu berharap agar pembangunan gereja ini dapat berjalan lancar. Untuk itu saya berharap jangan perna untuk mememadamkan cahaya yang sudah memancarkan sinar ketulusan, keiklasan dan pengorbanan dalam proses pembangunan ini, pintanya.

Pada kesempatan tersebut juga beliau menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Kalikasa, Tokoh agama dan umat stasi serta panitia pembangunan yang telah berupaya mendukung pembangunan gereja ini. Dipenghujung kegiatan tersebut ada penyerahan bantuan pembangunan Gereja Stasi St. Mikhael oleh Wakil Bupati kepada ketua panitia pembanguan gereja, berupa (225) buah semen yang terdiri dari (125) buah semen dari para Pemda Lembata, dan (100) buah semen dari peguyupan ASN Atadei yang berdomisili di kota Lewoleba. (Yan Moruk /Kominfo Lembata)





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter