Bupati Lembata Kukuhkan Pengurus P3A Aubala, Dorong Produktivitas dan Modernisasi Pertanian Waikomo
Pengurus P3A Aubala Periode 2026–2030 resmi dikukuhkan; Bupati Kanisius Tuaq dorong peningkatan produktivitas, tata kelola air, dan adopsi teknologi modern untuk percepatan Indeks Pertanaman di Daerah Irigasi Waikomo.

By noc-lembata 02 Mar 2026, 13:57:51 WIB, Dibaca: 255 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Pertanian  
Bupati Lembata Kukuhkan Pengurus P3A Aubala, Dorong Produktivitas dan Modernisasi Pertanian Waikomo

Keterangan Gambar : Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mengukuhkan Pengurus P3A Aubala Periode 2026–2030 di areal persawahan Kata Kolu, Lewoleba Barat, Senin (2/3/2025).


LEMBATA — Pemerintah Kabupaten Lembata mengukuhkan Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Aubala Daerah Irigasi Waikomo Periode 2026–2030, Senin 2 Maret 2025. Kegiatan berlangsung di areal persawahan Kata Kolu, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan.

 

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P, Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus, S.I.Kom, Anggota DPRD David Blasius Huklele Gole dan Muhamad Lukman Laba, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Camat Nubatukan, Lurah Lewoleba Barat, Tim Kerja Penyuluh Pertanian, PPL dan Pengamat Perairan, serta seluruh petani pemakai air Waikomo.

 

Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus P3A sebelumnya serta menyambut optimisme terhadap pengurus baru.

 

 “Semoga pengurus yang baru semakin hari semakin baik. Harus ada perubahan perilaku, perubahan mindset petani, dan peningkatan produktivitas,” ujar Bupati.

 

Ia menegaskan bahwa sumber daya air sebagai “sumber kehidupan” harus dikelola secara adil, disiplin, dan merata bagi seluruh petani. Bupati juga meminta agar jaringan irigasi tersier yang telah dibangun pemerintah dijaga agar dapat bertahan lama.

 

Bupati menegaskan pentingnya modernisasi usaha tani untuk mengejar peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Waikomo yang kini rata-rata masih dua kali setahun.

 

 “Kita harus upayakan supaya satu saat bisa jadi tiga kali tanam. Kunci utamanya ada di teknologi budidaya dan pasca panen,” tegasnya.

 

Ia mencontohkan penggunaan drone sprayer, modernisasi alat rontok padi, serta perlunya teknologi pasca panen jagung agar kerugian hasil panen dapat ditekan.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan langkah strategis pemerintah untuk mendukung pemasaran hasil pertanian, terutama jagung yang tahun ini menunjukkan peningkatan produksi.

 

“Harga simulasi jagung sekitar Rp4.000 per kilogram. Dinas Pertanian sudah menyiapkan mekanisme pembelian jagung dalam bentuk tongkol agar petani tidak rugi di pasca panen,” jelasnya.

 

Untuk sektor peternakan, Bupati menekankan pentingnya pemeliharaan skala besar dan pemasaran melalui Bukit Hok yang kini menjadi pusat distribusi ternak ke Timor Leste dan Sumba.

 

“Piara jangan satu dua ekor lagi. Kalau bawa 10 ekor dengan harga 4 juta, berarti pulang bawa 40 juta,” ujarnya disambut tepuk tangan petani.

 

Bupati juga menyinggung program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang menuntut kesiapan daerah menyediakan pasokan protein, sayur, dan buah.

 

Ia mendorong petani memperbanyak komoditas buah lokal seperti pisang manis, pisang susu, melon dan semangka, serta mengembangkan minapadi untuk memasok kebutuhan protein dari sektor perikanan.

 

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Lembata, Gewura Fransiskus, S.I.Kom, mengingatkan agar P3A menjadi kelompok yang produktif, inovatif, permanen, dan mampu membangun sub-sub kelompok untuk memperkuat gerak kerja.

 

“Kolaborasi bukan hanya internal kelompok tani, tetapi juga dengan seluruh stakeholder agar produktivitas dan kesejahteraan petani benar-benar meningkat,” ujarnya.

 

Mengakhiri sambutan, Bupati Kanisius menyampaikan bahwa pemerintah terus menyiapkan program perluasan lahan, penataan jaringan pembuangan, dan peningkatan sarana irigasi untuk mendukung target peningkatan produktivitas petani Waikomo.

 

“Kalau kita kelola air dengan baik, teknologi kita tingkatkan, dan kerja sama kita kuatkan, kita pasti bisa meningkatkan produksi dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” tegasnya.

 

Pengukuhan ditutup dengan diskusi bersama dan harapan agar P3A Aubala menjadi motor penggerak peningkatan produksi pangan di Daerah Irigasi Waikomo.






Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter