Tanjung Nuhanera, di Kawasan Teluk Waienga Memiliki Pemandangan Bawah Laut yang cukup indah. Lokasi ini sering menjadi tujuan para wisatawan dari luar negeri untuk diving, snorkeling atau sekedar berjemur dan bersantai. Lokasi ini pada tahun 2014 menjadi pusat pelaksanaan kegatan Rally Wisata Bahari tahun 2014 yang melibatkan 14 Desa yang berada diseputaran teluk waienga, mencakup Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan.

 

 

Untuk mendukung pelaksanaan Kegiatan Rally Wisata Bahari di Lokasi ini akan diadakan berbagai Lomba yakni, Parade Kapal, Lomba Dayung Perahu Tradisional, Lomba Mancing Tradisional dan Pemilihan Putra Putri Bahari. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, telah melakukan sosialisasi dan persiapan pada desa-desa yang bverada di kawasan teluk waienga adar dapat menyiapkan diri untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kegitatan ini.

 

Dengan Melaksanakan kegiatan ini, pada tahun-tahun mendatang di rencanakan untuk menjadikan Event ini menjadi Event tahunan dengan Nama Festival Nuhanera, dalam rangka mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lembata periode 2011-2016 yang menjadikan pariwisata sebagai Leading Sektor pembangunan di Kabupaten Lembata.

 

 

 

Pasar barter ini terletak di desa Labala dan desa Wulandoni Kecamatan Wulandoni dengan jarak tempuh 47 km dari Kota Lewoleba dan berjarak sekitar 3 km dari desa wisata Lamalera yang merupakan desa budaya penangkapan ikan paus secara tradisional.

 

Pasar barter merupakan salah satu pasar tradisional yang menggambarkan transaksi barang pada jaman dahulu sebelum manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran. Akktifitas pasar barter Labala dilaksanakan setiap hari rabu dan Akktifitas pasar barter Wulandoni dilaksanakan setiap hari sabtu dimulai pada jam 10.00 pagi yang ditandai dengan tiupan peluit (Buri) dari petugas (mandor) yang mengawasi kegiatan barter.  

 

Untuk mencapai lokasi pasar barter tersebut terdapat angkutan umum yang melayani rute ke pasar Labala meskipun kondisi jalan sebagian belum beraspal dan masih terbatasnya  sarana dan prasarana pendukung pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah makan

Teluk Lewoleba di Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata selain di Kenal memiliki potensi perikanan yang cukup bagus dan meiliki pemandangan yang indah ternyata menyimpan pesona bawah laut yang mempesona yang belum banyak diketahui oleh orang Lembata sendiri. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, Pada Tahun 2010 lalu melakukan survey dan foto bawah laut yang hasilnya cukup mengagumkan.

Ada beberapa titik yang diambil sampel dalam survey tersebut  dan salah satunya adalah Teluk Lewoleba yang terletak di Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Dari survei tersebut ternyata membuktikan bahwa sejumlah titik  Pantai dan di Teluk Lewoleba Kabupaten Lembata menyimpan pesona yang Indah dan Menawan dan salah satunya adalah Teluk Lewoleba. Foto-foto berikut ini adalah hasil jepretan kamera Tim Survey dari Universitas Nusa Cendana yang membuktikan bahwa potensi Wisata Kabupaten Lembata cukup bagus. 

Dalam Kaitan dengan pengembangan potensi pariwisata khususnya wisata bahari maka yang perlu diperhatikan adalah Insfrastruktur yang memadai. Insfrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan udara adalah 3 syarat utama yang harus dibenahi dalam waktu dekat guna mendukung pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Lembata.

Potensi Wisata Bahari yang bagus ini harus dikembangkan oleh pemerintah jika pemerintah menginginkan peningkatan pendapatan asli daerah kabupaten Lembata dan Peningkatan Ekonomi Lokal Masayarakat. Janganlah berpikir yang terlalu idealis dalam pembangunan ekonomi rakyat karena Pariwisata adalah jawaban dari semuanya itu.

Melihat kenyataan yang ada bahwa selama ini Pemerintah dan DPRD belum sepenuhnya mendukung pengembangan Potensi pariwisata Kabupaten Lembata. Mengacu pada hasil penelitian tersebut timbul suatu  pertanyaan mendasar apakah potensi ini akan dibiarkan begitu saja, daripada berbicara tentang potensi yang belum jelas buktinya mengapa kita tidak mengembangkan potensi ini. Foto-foto tersebut dapat menjadi data penting yang bisa mendorong pemerintah daerah Lembata untuk mengembangkan potensi ini. 

 


Tradisi penangkapan paus oleh masyarakat di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata ini telah berlangsung sejak lama sejak nenek moyang suku lamalera menempati daerah tersebut. Bahkan katanya tradisi ini sudah ada sejak abad 16.

 

Perburuan ikan paus ini dilakukan oleh penduduk Pria Lamalera yang sudah dewasa serta dianggap memiliki kemampuan (biasanya setiap keluarga mewakilkan satu anggota keluarganya). Sebelum berburu, mereka semua memanjatkan doa-doa kepada Tuhan agar diberi keberhasilah dalam perburuan Ikan paus. Presentasi keberhasilan penangkapan ikan paus ini tidak bisa dibilang tinggi, karna metode perburuan yang dilakukan memang menggunakan cara tradisional. Yaitu dengan menancapkan tombak ke badan ikan paus.

 

 

Perburuan paus biasanya dimulai pada bulan Mei, perburuan dilakukan menggunakan perahu yang terbuat dari kayu yang disebut "Paledang" . Orang yang bertugas menikam paus disebut "Lama fa", Lama fa nantinya akan berdiri diujung perahu dan untuk menikam paus lama fa akan melompat dan menikamkan tombak "tempuling" pada paus.

 

Daging paus yang diperoleh dari perburuan ini nantinya akan dibagikan kepada seluruh penduduk sesuai besar kecilnya jasa wakil anggota keluarga mereka dalam proses perburuan pausnya. Selain hasil daging, masyarakat juga memanfaatkan minyak paus sebagai minyak urut, bahan obat dan bahan bakar untuk pelita atau lampu teplok.

 

Walaupun sudah ada beberapa konversi yang menyatakan pelarangan terhadap perburuan paus tersebut, tapi Tradisi berburu paus ini sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Para penduduk lamalera mengatakan bahwa paus yang mereka buru sudah mereka konservasi terlebih dahulu, sehingga paus yang masih hamil serta masih terlalu kecil tak akan diburu, hal itu dilakukan untuk tetap menjaga populasi paus di daerah lamalera. lagipula bukankan cara yang kami lakukan masih tradisional dan bukan menggunakan racun seperti yang banyak dilakukan nelayan modern. Penduduk Lamalera juga mengklaim bahwa hasil dari perburuan paus itu tidak sampai 20 ekor per tahun, sehingga tidak akan terlalu mempengaruhi populasi ikan paus.

 


 

Kini para orang Tua di Lamalera berusaha keras untuk melatih anak mereka menjadi seorang lama fa, Hal ini disebabkan karna makin hilangnya kesadaran para pemuda lamalera dalam mempertahankan tradisi berburu paus. Sehingga dengan melatih anak-anak, diharapkan tradisi ini kan tetap lestari sampai kapanpun

 

 

Pantai Waijarang di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Lembata merupakan pantai yang punya panorama yang indah. Pasir putih yang terbentang luas dihiasi riakan ombak yang agak keras memecah bibir pantai, menjadi obyek tersendiri.

Tak heran setiap hari libur atau hari Minggu, ratusan warga Kota Lewoleba dan sekitarnya tumpah ruah ke pantai itu, sekadar melepas lelah dan menikmati indahnya pantai dan riakan gelombang tersebut.


Melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap indahnya pantai yang letaknya kurang lebih 10 kilometer arah barat Kota Lewoleba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata mengalokasikan sejumlah dana untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

Pantai Waijarang berhadapan dengan Desa Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, dibatasi lautan, merupakan salah satu alternatif wisata pantai terbaik di Kota Lewoleba. Jaraknya relatif dekat dari Lewoleba ke arah barat sekitar delapan kilometer dengan kondisi jalan aspal. Meski sebagiannya sudah berlubang, tetapi bisa ditempuh sekitar 20-25 menit menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Keindahan pantai Pasir Putih, laut yang bersih dan ombak pantai relatif keras menjadikan tempat ini diminati pengunjung.

Pada hari Minggu, liburan Hari Raya Natal, Tahun Baru, Paskah dan Lebaran, lokasi pantai wisata ini menjadi tujuan wisata bagi warga Kota Lewoleba.warga menghabiskan waktu sekitar setengah hari di tempat ini. Mereka datang berkelompok dalam jumlah banyak 20-50 orang atau dalam kelompok kecil dan keluarga. Para pengunjung dari berbagai kelompok usia, balita sampai orang dewasa.

Additional information