coba

lkhl;khj ljlkj;lk lkjlkjl

FESTIVAL BUDAYA

Beragam kesenian daerah yang dimiliki Kabupaten Lembata sedang mengalami stagnasi dan ditinggalkan  masyarakat pewarisnya, karena adanya pergeseran nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Lembata sehingga kesenian tradisonal lokal menjadi kehilangan makna baik sebagai hiburan, religi maupun  fungsi sosialnya.         

Generasi muda sebagai pewaris keseniaan tradisional Lembata mengalami kecenderungan yang semakin akrab dengan berbagai kesenian populer masa kini, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya dalam memberikan pemahaman, apresiasi dan pembinaan agar generasi muda tidak semakin terasing dengan keseniaan tradisional yang hidup dan berkembang di daerahnya. Pengembangan dan pemanfaatan berbagai jenis kesenian musik, tarian tradisional dikalangan generasi muda perlu terus dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan sebagai usaha dalam mempertahankan kelangsungan tumbuh kembang kesenian tradisional daerah di Kecamatan masing-masing.

 

Berdasarkan pertimbangan dan tujuan tersebut maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata menyelenggarakan Festival Budaya Daerah Kabupaten Lembata yang akan di ikuti oleh para peserta dari 9 (Sembilan) Kecamatan se-Kabupaten Lembata dengan menampilkan Keindahan seni musik dan tarian tradisionalnya sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam memfasilitasi pelestarian kebudayaan lokal yang dimiliki Kabupaten Lembata.

 

Kegiatan festival Budaya Daerah sebagai suatu upaya bersama dalam mengemas produk kesenian dan budaya lokal yang memiliki krakteristik unik dan Tarian tradisional serta musik pengiring tarian tradisional, karena kelangkaan yang spesifik menjadi daya tarik untuk ditampilkan dan dikomunikasikan sebagai aset budaya dalam lintasan generasi.

Pantai Pasir Putih Bean


Pantai Bean di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan surga bagi para wisatawan domestik dan mancanegara. Tatkala cahaya mentari retak di horison langit barat, Bean menyuguhkan panorama alam nan indah. Pantai yang diyakini sebagai firdaus terakhir ini seolah menguak rahasia keagungan Tuhan atas tanah Lembata.


Tapi, kini salah satu pantai di pulau yang kesohor dengan perburuan ikan paus itu berada dalam bayang-bayang kehancuran lingkungan oleh PT Merukh Lembata Coopers. Anak perusahaan Merukh Enterprise Corp milik raja tambang nasional Yusuf Merukh itu bakal melebarkan sayap usahanya di Pulau Lembata setelah hengkang dari Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara menyusul protes masyarakat akibat tercemarnya Pantai Buyat yang merupakan sumber kehidupan masyarakat.

Gambar di atas merupakan salah satu rekaman fotografer Justice and Peace and Integrity of Creation (JPIC) OFM Indonesia. JPIC adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang kini ikut membantu mengadvokasi masyarakat atas penolakan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Lembata mengijinkan Merukh Lembata Coopers melakukan eksplorasi emas di wilayah Lebatukan dan Kedang. Semua itu dilaksanakan atas nama kelangsungan hidup serta kelestarian alam dan lingkungan di Lembata.


Namun, jika rencana pertambangan itu dipaksanakan demi menggelembungkan pundi-pundi segelintr pejabat dan menambah dollar sang investor, maka bukan tidak mungkin Pantai Bean dengan untaian pasir putih nan indah bakal terperengkap dalam bencana lingkungan.

“Kami hidup dengan jagung dan kemiri. Bukan emas. Saya berhasil menyekolahkan empat anak saya jadi sarjana bukan dari emas tetapi kemiri, kopi, dan ubi-ubian. Saya beryukur satu anak saya meraih gelar S-2. Bukan dari emas tapi kemiri dan jagung,” kata Ana Noe, seorang janda asal Leragere, Lebatukan. (Ansel Deri)

Pantai Pasir Putih Mingar

Pantai Pasir Putih Mingar di Desa pasir Putih Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata, sebuah pantaai berpsir putih yang memiliki gelombang laut yang bergulung indah sangat cocok untuk berjemur, diving maupun snorkelling. Pantai ini adalah salah satu obyek wisata unggulan di Kabupaten Lembata.

Lokasi pantai ini pada tahun 2013 lalu, telah dijadikan obyek Lomba Foto yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Rally Wisata Bahari pada tahun 2013 yang lalu. Foto-foto ini adalah hasil jepretan salah satu peserta Lomba .


Untuk mendukung pengembangan obyek wisata pantai ini, pada tahun 2013 yang lalu Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Lembata telah membangun beberapa unit gazebo/lopo, gapura masuk dan MCK Wisata. Diharapkan berkat dukungan masyarakat dan pemerintah kabupaten lembata, pantai ini dapat menjadi obyek wisata unggulan yang berskala nasional maupun internasional.

Additional information