Wednesday, February 21Pemerintah Kabupaten Lembata

Author: admin-lembata

BUPATI DAN WAKIL PIMPIN  WARGA DAN  ASN  LEMBATA COR JEMBATAN

BUPATI DAN WAKIL PIMPIN WARGA DAN ASN LEMBATA COR JEMBATAN

Pemda
Upaya pemerintah Daerah Kabupaten Lembata untuk menggali berbagai potensi pembangunan yang ada di tengah masyarakat terus digiatkan . Salah satunya adalah semangat gotong royong (Gemohing) yang saat ini telah hilang ditengah masyarakat. Padahalnya tradisi ini berpotensi memacu pertumbuhan pembangunan karena pekerjaan yang berat akan menjadi ringan karena dikerjakan secara bersama-sama. Wujud nyata dari upaya membangkitkan semangat gotong royong adalah pelaksanaan pekerjaan pengecoran jembatan sepanjang 8 x 6 meter dan 9 x 12 meter di Kecamatan Nagawutung yang dipimpin langsung Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai. Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam kebijakannya mengatasi kerusakan jalur jalan Trans Nagawutung segmen desa Wua Kerong ...
RITUAL EHEQ UR LEKAN NAMEQ  EHEQ UR LEKAN NAMEQ – TRADISI DAN PROSPEK WISATA MASA DEPAN

RITUAL EHEQ UR LEKAN NAMEQ EHEQ UR LEKAN NAMEQ – TRADISI DAN PROSPEK WISATA MASA DEPAN

Wisata
Semangat dan komitmen membangun kabupaten Lembata  oleh Bupati Lembata  Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai terus  digalakan. Potensi-potensi  unggulan digali dan di promosikan ke luar daerah.  Salah satu potensi andalan yang saat ini  sedang digali adalah potensi wisata budaya selain potensi wisata bahari dan wisata alam.  Salah  satu prospek  pengembangan wisata budaya adalah Ritual  “Eheq Ur Lekan Nameq” yang pelaksanaan ritual tersebut diikuti Bupati  dan Wakil  Bupati  Lembata  di desa Benihading 1. Suasana desa Benihading mendadak ramai tidak seperti biasanya  sepi karena hampir sepekan wilayah pedalaman Buyasuri terus diguyur hujan hingga warga sulit beraktivitas. Dari kejauhan terdengar  alunan bunyi gong dalam berbagai nada     dipadu dentuman
“ HADOK “  TINJU TRADISIOAL ATADEI

“ HADOK “ TINJU TRADISIOAL ATADEI

Wisata
Pagi itu cuaca di desa Atakore cerah tidak biasanya yang selalu diguyur hujan. Udara pagi yang dingin mendorongku jalan-jalan mencari kehangatan dengan menelusuri lorong-lorong berpasir disamping rumah dimana kami tinggal. Tidak lama berselang pimpinanku telah kembali dari misa pagi itu. Kami lalu minum pagi  dan bergegas menuju lokasi.   Pagi itu tanggal 06 Januari 2018 Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai diagendakan berkunjung ke lokasi wisata Ina Karun. Pegawai dari Kecamatan Atadei dan aparat desa Atakore  telah siap di lokasi. Masyarakat belum banyak yang datang soalnya baru pukul 08.00 pagi. Kendaraan yang kami tumpangi mulai memobilisasi warga  ke lokasi tersebut. Belum juga banyak warga yang datang ke lokasi   rombongan  Bapak Bupati
INA KARUN  PUSAT ATRAKSI  FESTIFAL BUDAYA

INA KARUN PUSAT ATRAKSI FESTIFAL BUDAYA

Wisata
Ina Karun yang selama ini biasa disebut dapur alam di desa Atakore kecamatan Atadei saat ini dipersiapkan menjadi pusat atraksi Budaya. Momen yang paling penting adalah saat penyelenggaraan festifal tiga gunung di kabupaten Lembata beberapa waktu yang akan datang. Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menyatakan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan penyelenggaraan Festifal tiga gunung yakni Ile Batutara, Ile Lewotolok dan Ile Werun. Penyelenggaraan tiga gunung di kabupaten Lembata tersebut masuk dalam tataran kebijakan pemerintah daerah sehingga memudahkan pemerintah untuk membicarakannya di Lembaga DPRD kabupaten, Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat. Menurut Sunur dalam upaya penyelenggaraan festifal tersebut bukan gunungnya yang mau dipestakan namun daya tarik dan keinda...
MASYARAKAT LAMAGUTE DAN WAIMATAN SIAP DIRELOKASI

MASYARAKAT LAMAGUTE DAN WAIMATAN SIAP DIRELOKASI

Pemda, Regional
Masyarakat desa Lamagute dan Waimatan di Kecamatan Ileape Timur yang sejak 10 Oktober 2017 lalu mengungsi akibat guncangan gempa akhirnya setuju dan siap di relokasi oleh Pemrintah Daerah Kabupaten Lembata. Jawaban siap untuk direlokasi tersebut spontan dari masyarakat saat ditanya Bupati Lembata yang berkunjung ke desa Waimatan pada Kamis, 2 November 2017. Bupati Sunur menegaskan jawaban siap direlokasi itu komitmen dan tidak beruba lagi sehingga pemerintah daerah tidak berfikir untuk membujuk-bujuk masyarakat soal mau atau tidak. “ kalau siap itu jangan berfikir tidak mau lagi. Jangan sampai hari ini siap direlokasi namun besok mulai terima telepon dari Batam, dari Malasia dari Kupang dan mulai berubah pikiran” Dengan adanya ksiapan masyarakat untuk direlokasi tersebut pemerintah