Kamis, Oktober 18Pemerintah Kabupaten Lembata

TARIAN BUDAYA MEMPESONA DI BUKIT CINTA

KECAMATAN ILE APE TIMUR TERFAVORIT, ILE APE BUNTUT

Beragam tarian Budaya Lembata yang dikemas para koreografer kenamaan masing-masing kecamatan di Kabupaten Lembata mempesona ribuan penonton di Bukit Cinta Waijarang Lembata Nusa tenggara Timur. Pagelaran berlangsung selama 2 malam berturut-turut dimulai Minggu, 23 September dan Senin, 24 September 2018.

Pada Minggu malam panitia mempersembahkan 3 tarian terbaik yakni Hedung Huriq dengan 15 penari dari Kecamatan Omesuri, Nubatukan menampilkan 20 penari dengan tarian Namang Awulolong dan Ile Ape Timur menampilkan Tarian Tenun Ikat dengan 19 penari.

Pada Senin malam, panitia pertontonkan Hedung Oba dengan 17 Penari dari kecamatan Buyasuri, Tarian perahu dengan 20 Penari dri Kecamatan Atadei, Nagawutung menampilkan tarian Menumbuk Padi dengan 19 penari dan Kecamatan Ile Ape menampilkan Tarian Bu Mowak dengan 17 penari. Dua kecamatan absen dalam even bergengsi pementasan Tarian Budaya Lamaholot tersebut yakni Kecamatan Wulandoni dan Lebatukan.

Tim Jurnalis Diskominfo Lembata di Bukit Cinta melaporkan, suasana riuh redah dan sambutan tepukan tangan meriah mengiringi setiap kelompok penari masuk dan meninggalkan arena pementasan. Penonton di Bukit Cinta pun terpesona menyaksikan liukan tarian budaya memeriahkan Festival 3 gunung dibawah koordinasi Kesbangpolinmas Kabupaten Lembata. Penampilan tarian Budaya se Kabupaten Lembata itu dinilai 4 tim juri berpengalaman, Ibu Fince Bataona, Bapak Hendrik Nema Buyanaya, Bapak Maximus Tukan dan Bapak Henrikus Ola.

Penampilan mereka sudah baik, namun ada diantara mereka minim expresi. Mereka jarang terlihat senyum padahal mereka sedang menari sehingga suasana belum menyatu dengan olah gerak yang dibawakan, kata Maxi Tukan anggota Tim Juri di Bukit Cinta.

Menurutnya Pertunjukan bertema budaya dalam masyarakat tidak bisa dinilai tariannya dan kita fokus menilai expresi penari dan busana. Ada beragam tema budaya kita yang bisa diangkat menjadi inspirasi untuk sebuah tarian untuk generasi mendatang, katanya. (Masel Molan/Kominfo Lembata)