Kamis, Oktober 18Pemerintah Kabupaten Lembata

BERKISAH CINTA DI BUKIT CINTA LEMBATA

 

           Mengapa disebut Bukit Cinta. Sangat boleh jadi karena panorama alam dibukit yang dikelilingi sejumlah bukit  lainnya itu, indah dan sejuk. Meski ditumbuhi rumput savanna dan ilalang dari lereng hingga ke puncak bukit dengan diselingi hutan mini pohon asam dan jenis pohon lainnya menambah magnetic asmara cinta remaja dan wisatawan menghampiri Bukit Cinta itu. Tiada hari tanpa cinta ketika para wisatawan domestic maupun mancanegara mengunjungi Bukit Cinta, di Kawasan Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

        Pulau Lembata, yang dkenal tempo dulu dengan nama Lomblen, memiliki hamparan bukit dengan rumput ilalang. Karena itu, mudah terbakar jika tersulut api.  Sangat logis jika, Lembata sering dipelesetkan sebagai Lembakar, atau Lembata Terbakar. Tetapi ketika, Lembata dipimpin oleh Bupati, Eliaser Yentji Sunur dan didampingi Wakil Bupati, Viktor Mado Watun pada periode 2011-2016, bukit gersang berbatu ditumbuhi padang  savana itu menjadi begitu populer.   Didorong oleh komitmen kuat menjadikan pariwisata sebagai Leading Sector, dan jiwa seni sebagai seorang arsitek, Bupati Sunur melakukan gebrakan membenahi bukit itu menjadi lebih indah dan mempesona.

          Di puncak bukit yang didominasi rerumputan dan satu dua pohon itu, dibangun sejumlah monumen dengan  tulisan, Love, sebagai tempat kawula muda dan kaum remaja memadu kasih dan berkisah menggapai  cinta sejati. Sementara didepan bukit  cinta yang menghadap Selat Solor dan Pulau Adonar dengan Gunung Ile Boleng yang menjulang tinggi itu, terpampang sebuah tulisan : Wolor Pass, berwarna merah . Tulisan itu dapat dibaca ketika orang tengah berlayar dari Pelabuhan Lewoleba menuju Waiwerang-Larantuka pergi pulang. Bahkan disebelah kiri Bukit Cinta itu, tampak kokoh sebuah monument yang menjulang tinggi dengan tulisan raksasa  : LEMBATA, juga berwarna merah yang ditopang sejumlah tiang beton . Seakan mengikrarkan diri, Aku Lembata, Aku Bukit Cinta, untuk diketahui  dunia luar sekaligus diminati dan senantiasa dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

     Duet kepemimpinan Lembata Baru, pada periode kedua  (2017-2022), Bupati Lembata terpilih, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati, Thomas ola, seiring visi dan misi, tetap menjadikan pariwisata sebagai sector unggulan. Karena itu, wajar jika saat ini, Bukit Cinta semakin dicintai untuk  dibenahi menjadi obyek wisata unggulan. Mengapa tidak. Dipuncak bukit cinta, wisatawan domestic maupun mancanegara dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk. Hembusan angin laut sungguh menyihir untuk tetap betah menikmati alam bukit cinta. Dari puncak bukit, wisatawan dapat memandang sejumlah gugusan bukit mini yang menghampar ditepian pandai dengan deburan ombak memecah keheningan.

          Sementara dibawah kaki bukit cinta, wisatawan dapat menikmati lambaian nyiaur ditepi pantai yang berbuah lebat. Dari kebun kepala inilah, buah kelapa muda dihidangkan dipuncak bukit cinta, dibawah bangunan resort yang terbuka didepan areal parker kendaraan. Aneka produk local, baik makan dan minuman ringan serta  cinderamata khas Lembata disiapkan untuk memenuhi selera wisatawan sebagai kenang-kenangan . Yang paling mengesankan, justeru menikmati bukit cinta di sore hari ketika matahari kembali ke peraduan. Wisatawan dapat menikmati Sunset, matahati kemerahan tenggelam perlahan  dibibir laut. Sembari mendengarkan kicauan burung di hamparan savanna perbukitan itu. Orang pun semakin betah memadu kasih dan berkisah tentang cinta di pondok-pondok cinta yang membentang dilereng bukit menghadap laut. Boleh berdua-duan menikmati bukit cinta dengan menuruni puluhan tangga yang sengaja dibangun menuju pondok cinta. Panorama Bukit Cinta memang sungguh indah. Tidak bisa dilukiskan hanya dengan kata-kata. Karena itu, kehadiran wisatawan untuk menikmati Bukit Cinta menjadi pilihan mengunjugi bumi Lembata. ***(Karolus Kia Burin/Sekretaris Dinas Kominfo Lembata).