Kamis, Oktober 18Pemerintah Kabupaten Lembata

Menyimak Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Lembata (Bag-1)

MEMIMPIN LEMBATA UNTUK SEMUA

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengenakan Baju Tenunan khas Lembata

Duet kepemimpinan Lembata Baru. Mengapa tidak. Karena, sebelumnya, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, di periode pertama (2011-2016) berpasangan dengan Viktor Mado Watun dalam tagline Lembata Baru.Kini,   periode kedua (2017-2022), Sunur menggandeng Thomas Ola sebagai Wakil Bupati Lembata dan memenangkan pertarungan Pilkada serentak, 15 Pebruari 2017 juga dalam tagline Lembata Baru.

Duet serasi pemimpin baru ini tampil dengan Visi-Misi yang prospektif patut disimak public dan di implementasikan oleh segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan Lembata yang Produktif dan Berdaya Saing demi Kesejahteraan Rakyat Berkelanjutan. Ikutilah laporan, Karel Burin, Juru Warta Dinas Komunikasi dan Informatika berikut ini.***

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa pada saat ini, pada hari ini sejak dilantik tanggal 22 Mei 2017. Kami berdua bukan lagi sebagai Bupati dan Wakil Bupati hanya bagi sekelompok tertentu saja. Melainkan sebagai Bupati  dan Wakil Bupati Lembata untuk kita sekalian dalam Satu Lembata, Satu NTT, Satu Indonesia. Memimpin Lembata untuk semua”, ujar Sunur ketika menyampaikan Pidato tentang Visi-Misi membangun Lembata pada Sidang Paripurna DPRD susai dilantik. 

     Dihadapan mitra Lembaga Dewan, Bupati Sunur, menyampaikan terima kasih dan salam hormat kepada segenap elemen masyarakat Lembata, pemerintah, DPRD dan penyelenggara Pilkada yang telah menyukseskan proses Pilkada Langsung dan serentak tanggal 15 Pebruari 2017 dengan aman dan damai. 

     Khusus kepada seluruh rakyat Lembata yang mempunyai hak memilih. Saya dan pak Thomas Ola menyampaikan terima kasih atas mandat rakyat Lembata kepada kami berdua mengemban amanah rakyat selama lima tahun ke depan. Ini semua merupakan bukti nyata cinta kasih Tuhan dan Leluhur Leuauq-Lewotana kepada seluruh rakyat Lembata dalam memutuskan pilihan politiknya kepada Pasangan Sunday,Lembata Baru, Lanjutkan sehingga berhasil meraih suara terbanyak.

     Pidato politik tentang visi-misi ini disampaikan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri untuk semua Kepala Daerah. Karena itu,seusai serah terima jabatan dari Penjabat Bupati Lembata, Petrus Sinun Manuk kepada Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur langsung menyampaikan Pidato Politik, 26 Mei 2017 silam. Pidato Politik Sunur disampaikan dalam suasana  yang cair dengan ekspresi kemitraan yang romantic dan harmonis. Karena dimaklumi, sebelumnya ada riak politik dan tidak sejalan dalam perbedaan orientasi politik. 

“Hari ini menjadi sangat istimewa ketika suasana romantisme  mendamaikan suasana hati untuk saling menerima. Untuk saling menyapa dan mencair dalam satu kesatuan cincin emosional kita, dalam cincin kebersamaan kita. Sehingga cincin-cincin tersebut kita rajut dalam satu semangat persaudaraan Taan Tou 100% For Lembata menjadi Chane of Lembata Island untuk bersama kita membangun Leuauq-Lewotana Satu Lembata, Satu NTT, Satu Indonesia”, ungkap Sunur.

     Duet kepemimpinan Lembata Baru ini menerapkan strategi dan kebijakan program prioritas pembangunan daerah 2017-2022 dalam lima tahun ke depan dengan Guide Lembata Development (GOL)  sebagai Role Map  percepatan pembangunan. 

     Strategi dan kebijakan ini, ujar Sunur ,  diformulasikan dalam rancangan Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah  (RPJMD)  oleh Pemerintah Daerah yang selanjutnya disampaikan melalui Lembaga DPRD Lembata untuk dibahas dan disetujui dalam bingkai Peraturan Daerah.  Akhirnya, ditetapkannya menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 9 Tahun 2017 tentang  Rencana  Jangka Panjang  Menengah Daerah Tahun 2017-2022.

       RPJMD Kabupaten Lembata Tahun 2017-2022 merupakan kelanjutan dari RPJMD tahun 2011-2016, sekaligus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Panjang  Daerah (RPJPD) Kabupaten Lembata Tahun 2010-2025.

Menurut Bupati Sunur,  dalam pelaksanaan RPJMD tahun 2011-2016, banyak keberhasilan pembangunan yang telah dicapai. Namun demikian, kita harus berbesar hati mengakui bahwa masih banyak hal yang belum maksimal dan belum sesuai dengan target pembangunanyang telah ditetapkan.

“ Saya berharap, kita sekalian bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam frame Tupoksi kita sebagai mitra kerja yang harmonis dan strategis yang produktif kontruktif mewujudkan kesejahteraan rakyat Lembata untuk jangka waktu pembangunan lima tahun ke depan,” harap Bupati Sunur.

     Dalam disain visi misi 2017-2022 ada sejumlah isu strategis yang menjadi hambatan pembangunan yang merupakan feed back dari visi misi 2011-2016 sebagai petunjuk bagi kita untuk merumuskan secara bersama-sama strategi dan kebijakan program pembangunan untuk periode 2017-2022 yang konkrit dan fokus pada peningkatan pendapatan daerah yang pro rakyat dan bersinergi dengan NAWA CITA dalam semangat Tri Sakti Bung Karno.

Menurut Bupati Sunur, kebijakan ini diimplementasikan  dengan kebutuhan dan harapan masyarakat untuk terwujudnya, Lembata yang Produktif, Lembata yang Berdaya Saing untuk Kesejahteraan Rakyat Berkelanjutan.

     Bupati Sunur yang didampingi Wabup Thomas, lebih lanjut menjelaskan, bertolak dari prioritas kebijakan program pembangunan Daerah periode 2011-2016, dalam Lembata 1.0 (One Point Zero)  melalui Recovery Ekonomi yang fokus pada konektivitas (transportasi dan infrastruktur serta pembangunan sumber daya terpadu (BANGSUDAPADU) dengan 6 (enam) Isu Utama sebagai berikut

Pertama, Kualitas Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, Peran Pemuda dan Perempuan dalam pembangunan daerah serta Sadar Hukum yang belum maksimal.

Kedua, Pembngunan infrastruktur, air bersih, energy, komunikasi dan penataan kota masih belum optimal.

Ketiga, Pemanfaatan potensi ekonomi sumber daya laut dan kemaritiman serta ekonomi kreatif masih rendah.

Keempat, Pengembangan Pariwisata baru dimulai. 

Kelima, Pendapatan Daerah belum maksimal dan Pengembangan ekonomi Wilayah dan Pembangunan Pedesaan  belum berorientasi industry.

Keenam, Penataan Aparatus Sipil Negara (ASN) dan Pendayagunaan SDM Aparatur belum efektif, efisien dan produktif. (Karel Burin/Bersambung).