Friday, May 25Pemerintah Kabupaten Lembata

52 TITIK KOORDINAT SIAP DIUSULKAN

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, Markus Labi,S.Sos

Sebanyak 52 titik koordinat lokasi penyangga sinyal telah rampung dan siap diusulkan ke Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika ( BP3TI) pada kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.  Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata dalam 2 bulan terakhir telah berhasil mensurvei 52  Desa dan mentetapkan titik koordinat lokasi tower penyangga sinyal bagi desa- desa di kabupaten Lembata yang hingga saat ini belum dijangkau sinyal secara penuh. Kepala Dinas Komunkasi Dan Informatika Kabupaten Lembata Markus Labi,S.Sos dalam rapat rapat koordinasi internal Diskominfo secara tegas memerintahkan para kepala bidangnya agar  segera melakukan survey   dan menentukan titik koordinat lokasi.

Menurut Kadis Kominfo, Data Site survey  dan titik koordinat lokasi  merupakan data penting yang harus segera disampaikan pada Balai Penyedia dan Penglola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia.   Hal ini sebagai  tanggapan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata atas program Indonesia Terkoneksi Sinyal 2019 yang dicanangkan Kementrian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia. Dalam program ini desa-desa yang belum terdeteksi sinyal secara penuh akan dibangun Tower penyangga sinyal yang radius jangkauannya untuk desa bersangkutan dan terkoneksi dengan desa-desa lainnya.  Untuk menangkap peluang ini data desa dan titik koordinat lokasi harus segera diselesaikan. Tegasnya.

Kepala Bidang Pengelola Teknologi  Komunikasi dan Informatika Marselinus Dorong,S.Kom diruang kerjanya memastikan saat ini data site Survey dan titik koordinat lokasi telah rampung dan dalam proses penyelesaian proposal dan akan segera dikirim. “ Selama Bulan Januari dan Pebruari kami sudah tugaskan  staf dan dengan  susa  paya menghdapi cuaca  yang kurang bersahabat saat itu untuk menjangkau desa-desa yang saat ini belum terkoneksi sinyal.  Saat ini proses pembuatan proposal telah selesai dan siap kami kirim”. Menurutnya selama kegiatan survey oleh staf Diskominfo  dan pengambilan titik koordinat lokasi  para kepala desa memberi tanggapan dan dukungan yang positip.

Penjabat Kepala Desa Tapo Bali   Bertholomeus Beda bersama Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Marselus Molan,S.Sos dan Kepala Seksi Penyelenggara Persandian Yosef Geroda   saat survey lokasi di desa Tapo Bali menyatakan “ kami siap berapapun ukuran  lokasinya yang penting kami dan seluruh masyarakat bisa mengakses  informasi. Ini sangat penting untuk kita saling berkoordinasi dalam meningkatkan pelayanan dan optimalisasi tugas, katanya.

Kepala desa Rumang Hati Aljaur  di Rumang secara tegas menyatakan pemerintah dan masyarakat desa Rumang hingga saat ini menjadi desa yang belum menikmati kemerdekaan dan tertinggal karena tidak dapat mengakses informasi dan berkomunikasi layaknya desa lain. Untuk itu ia mengharapkan upaya dan program ini bisa terealisasi dan mengatasi permasalahan ketertinggalan desanya.  (M.Molan/Kominfo Lbt)