Rabu, November 14Pemerintah Kabupaten Lembata

INA KARUN PUSAT ATRAKSI FESTIFAL BUDAYA

Ina Karun yang selama ini biasa disebut dapur alam di desa Atakore kecamatan Atadei saat ini dipersiapkan menjadi pusat atraksi Budaya. Momen yang paling penting adalah saat penyelenggaraan festifal tiga gunung di kabupaten Lembata beberapa waktu yang akan datang.


Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menyatakan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan penyelenggaraan Festifal tiga gunung yakni Ile Batutara, Ile Lewotolok dan Ile Werun. Penyelenggaraan tiga gunung di kabupaten Lembata tersebut masuk dalam tataran kebijakan pemerintah daerah sehingga memudahkan pemerintah untuk membicarakannya di Lembaga DPRD kabupaten, Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat. Menurut Sunur dalam upaya penyelenggaraan festifal tersebut bukan gunungnya yang mau dipestakan namun daya tarik dan keindahan dari setiap gunung yang ada sebagai pemicu dan diharapkan pengembangan atraksi atraksi unik yang ada dalam masyarakat disekitar itulah yang akan di pertunjukan saat kegiatan festifal tersebut. Khusus untuk festifal Ile Werun di Kecamatan Atadei Bupati meminta masyarakat untuk mempersiapkan secara baik aktraksi tinju tradisional Hadok dan budaya ahar dengan lokasi atraksi berpusat di Ina Karun desa Atakore. Untuk pemanfaatan lokasi Ina Karun tersebut perlu ada penataan dan rekayasa di lokasi oleh pemerintah dengan terus menjaga keaslian lokasi.
“ Original tempat ini asli dan tetap kita jaga sambil kita tata lagi. Ada tempat “aharnya”, ada tempat yang tidak boleh kita sentuh, ada yang tidak boleh dilewati, ada yang bisa kita atur namun harus tetap asli. Untuk itu kita butuhkan adalah titik-titiknya dan karena titik itu terkait sejarah maka hanya orang sini yang tahu. Kita menjadikaan tempat Ini benar-benar sakral, luar biasa dan orang masuk langsung tertarik. Yang ada saat ini hanya lubang untuk memasukan makanan, namun bisa diciptakan tempat untuk uap-uap kaki bagi orang yang datang, bisa ada air tawar yang bersih dan hangat itulah yang kita sebut upaya rekayasa. Kepala desa juga mulai focus dalam prioritas pembangunan untuk mendukung kebijakan ini dan masyarakat ikut terlibat di dalamnya. “ Tandas Bupati Sunur.”
**molan**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *