Sunday, June 24Pemerintah Kabupaten Lembata

USAI PELETAKAN BATU PEMBANGUNAN RUMAH SAYANG BUPATI DAN WABUP LEMBATA LEPAS ANAK PENYU KE LAUT

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai beserta rombongan diagendakan untuk meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sahabat Penyu Loang(Sayang) di Loang ibu kota kecamatan Nagawutung pada hari Minggu, 05 Agustus 2017 yang bersumber dari APBD II tahun anggaran 2017.

Sebagaimana diliput staf Dinas Kominfo di lokasi kegiatan Bupati Lembata dan rombongan tiba di Loang melalui lingkar selatan dari kecaatan Wulandoni. Setelah seremonial penerimaan oleh Kelompok dan pemerintah kecamatan Nagawutung Bupati Lembata langsung meletakan Batu pertama Pembangunan rumah Sahabat Penyu Loang sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah bagi kelompok pemerhati penyu tersebut.

Usai Meletakan batu pertama Bupati dan rombongan meninjau tempat penangkaran telur penyu dan menyaksikan ratusan anak penyu yang siap dilepas kelautan. Acara dilanjutkan dengan pelepasan anak penyu/tukik ke laut oleh bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday serta Sekda Lembata Petrus Toda Atawolo. Ikut melepasan anak penyu dalam kesempatan tersebut Ibu kepala Dinas Kesehatan, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata.

Ketua kelompok dalm laporannya menyebutkan ada 7 jenis penyu di dunia dan 5 spesies ada di Indonesia dan dari 5 tersebut tim menemukan 3 jenis di pantai loang yakni penyu sisik, penyu hijau dan penyu sisik. Dalam laporan itu juga menyebutkan selama tahun 2016 tim menemukan 142 sarang dengan jumlah telur yang ditemukan sebanyak 13.044 butir. Dari jumlah tersebut yang berhasil dirilis sebanyak 9.539 ekor dan yang gagal sebanyak 3.505 butir atau sekitar 73,13 %.

Mengakhiri laporan tersebut atas nama tim Sahabat Penyu Loang mengajak semua pihak untu melestarikan penyu dengan tidak mengganggu penyu yang lagi naik turun di laut, tidak menangkap, tidak membunuh dan tidak mengambil telur penyu.

Menunjuk Anak Penuh : Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola Langoday sedang menunjuk anak penuh yang merayap menuju ke laut setelah dilepas pada hari Sabtu, 05 Agustus 2017( Foto Dok. Kominfo)

Bupati Lembata dalam arahannya mengharapkan agar setiap telur yang dibuat penangkaran agar dicatat secara baik sehingga dapat dipastikan kapan akan menetas dan anak-anak penyu dapat dilepaskan. Dengan demikian jadwal-jdwal itu yang akan dijual pada setip tamu yang datang untuk melepaskan penyu.

Ia berjaniji akan memfasilitasi setiap tamu daerah yang datang untuk melepaskan penyu di Pantai Riangbao dengan biaya RP 100.000 perekornya. Ia membandingkan untuk pulau jawa melepaskan penyu hampir Rp.300.000 perekornya. Untuk mewujudkan hal tersebut Bupati Sunur mengharapkan peran Dinas Pariwisata untuk menjadikan aktivitas melepas penyu sebagai ivent parawisata.

Untuk mengembangkan kelompok ini kedepan Bupati Sunur sarankan agar bergabung dalam Forum Inovasi anak Lembata agar bisa mendapatkan porsi Anggaran dalam APBD. Untuk lebih mudah berkembang Bupati Sunur menghendaki agar Pantai Loang didesain terlebih dahulu menjadi lokasi wisata di Kecamatan Nagawutung karena dengan adanya penyu membedakan dengan pantai lainnya di Lembata. Sebagai sarana promosi ia mengusulkan agar pantai di desa Riangbao tersebut diberi nama Pantai penyu dan akan dibangun patung penyu di desa Riangbao.

Frans Kewa Ama seorng Renjer/ anggota pemerhati penyu yang diwawancarai dalam kegiatan itu menyatakan selama belum ada kelompok pemerhati ini kami biasa menagkap dan mangambil telur penyu namun seakarang kami senang untuk membuat mereka lebih banyak lagi. Menurut Frans banyak yang kami temukan kalau ada tanda alam yakni ada pelangi mengintari bulan dan pada saat itu pasti kami temukan ada penyu yang sedang bertelur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *