Kamis, Oktober 18Pemerintah Kabupaten Lembata

GENERASI MUDA LEMBATA DEKLARASIKAN “SAYA ANAK PANCASILA”

Kumpulan anak muda Lembata menggabungkan diri dalam sebuah forum yang diberi nama Forum Inovasi Anak Lembata” Saya Anak Pancasila”.

Melambai Tangan : . Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Pesrta Apel mlambai-lambaikan tangan saat menyanyikan lagu Tanah Lembata Helero saat Acara Apel Deklarasi , Rabu, 12 juli 2017.
( Foto Dok. Kominfo)

Pendeklarasian berdirinya Forum anak muda Lembata itu ditandai dengan penandatanganan Naska Deklarasi oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur,ST dalam rangkaian upacara Apel bersama pada Rabu, 12 Juli 2017 pukul 09.30 Wita di Pantai desa Bean kecamatan Buyasuri.

Dalam Acara tersebut dibacakan Ikrar Saya Anak Pancasila oleh 10 Pemuda berbusan Daeerah dengan nyala obor di tangan yang kami kutip sebagai berikut :

“ Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan Upacara ini menyadari sepenuhnya, bahwa situasional saat ini,  semangat pluralisme dalam keberagaman dan kebersamaan yang dilandasi Pancasila seakan terdegradasi oleh kepentingan kelompok tertentu.  Dan sebagai anak bangsa kami terpanggil untuk selalu menjaga dan mengawal serta mempertahankan nilai-nilai luhur ideologi Pancasila supaya Indonesia tetap kokoh berdiri  dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menyadari bahwa, anak Lembata adalah anak Indonesia sekaligus anak Pancasila memiliki semangat mengabdi untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai falsafah hidup kami. Maka dihadapan Tuhan yang Maha Esa, dihadapan leluhur tanah Lembata, dihadapan leluhur tanah Indonesia, kami anak Lembata membulatkan tekad untuk tetap setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sunber kekuatan dalam menggalang kebersamaan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui forum inovasi anak Lembata  Saya anak Pancasila.”

Dalam rangkaian acara Apel tersebut 6 orang pelajar membacakan puisi berjudul “Pancasila” karya cipta Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sambil menggenggam erat Bendera merah  putih di tangan.

Hadir  dalam acara tersebut  Buapati dan Wakil Bupati Lembata, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur TNI dan  POLRI dari Kepolisian Resort Lembata dan Polsek Buyasuri dan Omesuri, Pimpinan  Organiasi Perangkat Daerah sekabupaten Lembata  dan beberapa  staf, Para camat, Para kepala desa, Sekretaris desa dan Ketua BPD se Kecamatan Buyasuri dan Omesuri.

Bupati Lembata selaku Pembina Upacara dalam arahannya  menegaskan, nilai-nilai luhur dari Pancasila dalam penghayatannya   mengalami dekradasi nilai dan ini mempengaruhi integritas dirinya sebagai satu-satunya falsafa hidup bangsa. Hal ini melatar belakangi persatuan lintas pemuda  yang ada di kabupaten Lembata.  Menurutnya, ini adalah kekuatan yang mau diberdayakan dalam  inovasi dan kreatifitas,   dalam kelompok-kelompok dengan kompetensi masing-masing untuk  mengangkat Lembata dari  kepemudaan dengan konsentrasi pada ekonomi pemuda.  Ini merupakan langkah awal untuk generasi muda berperan dan berkontribusi terhadap ekonomi daerah sesuai visi missi Bupati dan wakil Bupati Lembata yang berorientasi pada peningkatan pendapatan.

Menurut Bupati Sunur,  Jiwa dan semangat kita harus tetap mudah dan  itulah Indonesia  dan itulah semangat pancasila.

Ia  menyeruhkan bahwa bicara soal pancasila tidak bisa diperdebatkan, Pancasila  tidak bisa didiskusikan lagi karena pancasila sudah menjadi merk kita bersama.   Yang harus kita lakukan sekarang menurut Bupati Sunur  adalah mewujudnyatakan nilai-nilai dari Pancasila itu dalam hidup kita sehari-hari.

Ia  memastikan bahwa tahun anggaran 2019  Pancasila juga masuk dalam postur APBD Kabupaten Lembata. Dengan demikian program dan kegiatan yang mengarah kepada pendalaman nilai-nilai pancasila bagi generasi muda kita dapat dilakukan.

Pemimpin Nomor satu di Lembata itu  juga mengharapkan agar kreafifitas anak muda yang mendeklarasikan diri dalam forum Saya Anak  Pancasila  dapat  menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lain di seluruh Indonesia..” Ini sesuai Filosofi Pembangunan Bapak Presiden Jokowidodo membangun dari pinggiran, makanya kita hadir dipinggir Pantai Bean ini dan kita kirim pesan ke Presiden bahwa kami anak Pancsila”.  Ia juga mengharapan agar setelah deklarasi di wilayah Uyewun Raya  akan dideklarasilakan juga di kecamatan lain.

Koordinator pemuda Uyelewun Raya Konradus  Beni Sukanto yang ditemui usai   kegiatan itu menyatakan;  langka awal setelah deklararasi   adalah pendataan kembali identitas keanggotaan    dari kekuatan  saat ini adalah 10 orang  perdesa sehingga total anggota sementara berjumlah 420 orang.  Menurut Sukanto, usai pendataan identitas keanggotaan akan dilanjutkan dengan  pemilihan kepengurusan dan kelengkapan organisasi lainnya.

Salah seorang Anggota  Forum,  Kristina Abong  14 tahun siswi SMPK Donbosco Aliuroba  yang ikut serta dalam kegiatan itu mengharapkan agar  dengan adanya Forum Saya Anak Pancasila   dalam kegitan ini  pancasila dapat dihayati secara baik dan benar sehingga kejadian-kejadian buruk yang kita dengar di tempat lain tidak boleh ada di daerah kita katanya.

Mengakhiri tulisan berita ini kami sajikan puisi Karya Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur untuk pembaca.

                        SAYA ANAK LEMBATA SAYA ANAK PANCASILA

Saya Anak Lembata

Saya Anak Pancasila

Satu Nafas Untuk Indonesia

Kokoh berdiri diderettan Pulau

Menggenggam Bhineka Tunggal Ika Mengusir suara mengusik Nusantara

Indonsia bukan Punya Siapa

Indonesia adalah keberagaman kita

Indonesia adalah Pancasila

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kemanusiaan yang adil dan beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawratan perwakilan

Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Saya Anak Lembata

Saya anak Pancasila

Kokoh berdiri dideretan pulau

Berjejer berdendang lagu mencintai pertiwi Indonesia Raya

Memeraahputihkan Langit memunguti keringat dilurusnya NKRI

 

Kalau kau butakan Garudaku

Kalau kau kaburkan Pancasilaku

Kalau kau buat ragaku berjalan tanpa jiwa

Maka mayatmu akan tunggang langgang tanpa sehelai kompromi

Dan kuhajar kau terkapar tak bangun terpatuk paruh garuda

 

Saya Anak Lembata

Saya anak Pancasila

Satu Nafas untuk Indonesia

Kokoh berdiri dideretan pulau

Berteriak ikrar Lima Sila jati diri jiwa bangsa

 

Pancasila bukan Gula-gula diperdebatkan apalagi dipaksa punya siapa

Pancasila bukan mainan diperebutkan apalagi dibagi-bagi punya siapa

Pancasila adalah Pancasila, titik

Pancasila bukan dagangan karena branding bangsa tidak ditawar harga

Dan Garuda bukan burung yang tersandera segelintir merk dengan letusan jantung terpisah

 

Saya anak Lembata

Saya anak Pancasila

Satu nafas untuk Indonsia

Kooh berdiri dideretan pulau

Menghardik hatimu yang luntur memaki Nusantara

Yang meniduri pertiwi melahirkan keserakahan seprti jiwamu tak bertuan

Yang menepuk dada kumandangkan kesetiaanmu Palsu

Yang seolah Indonesia punyamu, busyet

 

Padahal kau merongrong kesatuan

Padahal kau mengkoyakan keberagaman

Padahal kau berlari saat kmarahanmu mnjual nafsu

Padahal kau bersolek, berkaca diri digenitnya rupa ratumu

Seperti semut menjilati kringat tanpa peduli selimut pertiwi

Ketika aku disini tegap dikitari nusantara setia Pancasila

 

Ketika menempel tak tercabut Garuda didadaku

Indonesia merh darahku tak gentar dihadang tak terhingga laskar

Indonesia Putih tulangku tak terptahkan tercabik pedang

Ini dadaku terpatri Garuda kokoh mencengkram kebhinekaan

Ini dadaku terukir paten bertuliskan Saya Anak Pancasila

Selamanya saya anak Pancasila

Selamanya saya anak Pancasila

Selamanya saya anak Pancasila

 

Indonseia Bukan punya siapa

Indonesia adalah keberagaman kita

Indonesia adalah Pancasila

 

Wahai kamu kamu

Selagi dadaku setia Garuda jangan kau jauhkan didoaku untuk Indonsia

Selagi dadaku setia Garuda jangan kau lumuri doa sesat untuk Indonsia

Selagi dadaku setia Garuda jangan letupkan senapan tak merangkul

Selagi dadaku setia Garuda jangan kau Permainkan rasa tak tergoda

Karena birahiku Nasionalisme

Bukan ungkapan kebencian memecah anak bangsa mencemooh perbedaan

 

Semua kita sama, musyafir yang menggembara tak ada juara

Kita sama – sama duduk

Kita sama – sama berdiri

Kita sama – sama berlari

Berbangsa satu – bertanah air satu – berbahasa satu, Indonesia

 

Andai agama kita berbeda, jangan kau membenci urusan Ilahi

Andai Suku kita berbeda, jangan kau tanyakan darimana asalku

Andai kita memang berbeda, setiaku Pancasila damai memanusiawi

Karena Kebhinekaan adalah keberagaman satu merah putih

Halleluya alhamdulilah

Peluh kita adalah keringat Pejuang Paancasila

Bukan peluh kotor berteriak noda menghardik Pancasila

 

 

Indonesia bukan punya siapa

Indonesia adalah keberagaman kita

Indonesia adalah Pancasila

Dari sabang sampai marauke

Dari miangas sampe rote

Saya Indonesia – Saya Pancasila

Saya Anak Lembata

Saya Anak Pancasila

 

Satu Lembata

Satu NTT

Satu Indonesia

“ Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan Upacara ini menyadari sepenuhnya, bahwa situasional saat ini, semangat pluralisme dalam keberagaman dan kebersamaan yang dilandasi Pancasila seakan terdegradasi oleh kepentingan kelompok tertentu.

Dan sebagai anak bangsa kami terpanggil untuk selalu menjaga dan mengawal serta mempertahankan nilai-nilai luhur ideologi Pancasila supaya Indonesia tetap kokoh berdiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menyadari bahwa, anak Lembata adalah anak Indonesia sekaligus anak Pancasila memiliki semangat mengabdi untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai falsafah hidup kami.

Maka dihadapan Tuhan yang Maha Esa, dihadapan leluhur tanah Lembata, dihadapan leluhur tanah Indonesia, kami anak Lembata membulatkan tekad untuk tetap setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sunber kekuatan dalam menggalang kebersamaan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui forum inovasi anak Lembata Saya anak Pancasila.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *